KOTA Kediri – Kota Kediri di Rumah Sakit Gambiran melakukan kegiatan dengan tim media dalam sebuah diskusi yang berjudul “Partisipasi dalam Peran Media dalam Meningkatkan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit Jumberan di Kota Kediri.” Acara ini berlangsung di lantai empat Rumah Sakit Jambiriano di Kadiri, pada hari Selasa (25/3/2025).
Melalui kegiatan ini, rumah sakit mengharapkan media untuk memainkan peran aktif dalam penyebaran informasi yang terkait dengan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Diskusi interaktif antara administrasi rumah sakit dan tim media telah menjadi momen penting di acara ini. Beberapa topik, termasuk inovasi layanan, membahas tantangan dalam memberikan informasi kesehatan, serta strategi untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya layanan medis yang berkualitas.
Direktur Rumah Sakit Jumban, Dr. Aditya Bagos Gmico, mengatakan bahwa M. Bursa Efek Sinergi antara rumah sakit dan media diperlukan untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang layanan kesehatan.
Dia mengatakan: “Media memainkan peran strategis dalam mentransfer informasi yang akurat dan pendidikan kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap bahwa Rumah Sakit Regional Gambíria akan semakin dikenal dan dapat diandalkan sebagai pusat kesehatan yang unggul di Kadiri.”
Direktur Rumah Sakit Jambíria di Kadiri mengkonfirmasi komitmen rumah sakit untuk menjamin layanan kesehatan yang ideal, meskipun ada amandemen kebijakan yang terkait dengan standar layanan rumah sakit. Ini ditransfer dalam audiensi dengan nasihat modern.
Menurutnya, rumah sakit tidak akan menolak pasien yang memiliki alasan administrasi. “Kami masih memberikan cek untuk dokter dan obat -obatan yang diperlukan. Jangan biarkan pasien mengabaikan hanya karena kami sangat ketat dalam implementasi kebijakan lama,” katanya.
Rumah Sakit Regional Jumberan juga menyesuaikan kapasitas ruang tamu sesuai dengan Kategori Pasien Standar Kris (KRIS), yang mengorganisir kamar sebagai maksimum penuh dari empat pasien. “Awalnya, ada kamar yang penuh dengan lima hingga enam pasien. Dengan aturan ini, tentu saja ada penurunan kemampuan,” jelasnya.
Untuk mengatasi pengurangan ini, rumah sakit menambah kapasitas dengan membangun bangunan baru, termasuk penambahan ruang VIP yang selalu penuh.
Dihadapkan dengan liburan panjang, termasuk pesta, Rumah Sakit Regional Jumberan telah menyiapkan strategi sampai layanan terus bekerja. Jadwal anti -pasien anti -pasien akan dikirim atau ditolak, mengendalikan pemberian obat -obatan dari kontrol liburan terakhir.
Selain itu, layanan pasien pasca -bedah yang perlu merawat luka tetap terbuka pada hari -hari tertentu untuk liburan panjang. “Meskipun layanan ini lebih fokus, masih ada bagian terbuka untuk post -bedah,” tambahnya.
Sebagai tahap ekspektasi tambahan, rumah sakit meningkatkan layanan instalasi IGD dengan menambahkan tim medis dan ketersediaan obat -obatan. “Jika masih ada pasien yang tidak diserap di meja reguler, mereka masih bisa mendapatkan layanan di ruang gawat darurat,” katanya.
Dengan berbagai upaya ini, rumah sakit kota Jumberan Kidri memastikan bahwa pasien masih menerima layanan ideal meskipun ada penyesuaian kebijakan dan liburan panjang. Melalui kegiatan ini, diharapkan bahwa hubungan antara Rumah Sakit Regional Jumbanan dan media akan semakin dekat, sehingga informasi kesehatan yang akurat dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat secara umum.