Papua – Di latar belakang pegunungan yang indah dan tenang, sejarah belas kasih dan daya tahan berkembang. Tentara dari Bandara Synak, kelompok kerja 700/WYC, yang dipimpin oleh Letnan Satu Inf Karel, meluncurkan misi kemanusiaan pada 24 Maret 2025 untuk memastikan misi kemanusiaan pada 24 Maret 2025 untuk menyediakan layanan perawatan kesehatan yang diperlukan di desa Gigobaki di Punjaki.
Karena medan pengkhianat, tim tidak hanya memiliki barang medis tetapi juga berharap. Dengan keputusan permanen, mereka bergerak di sepanjang jalan berliku untuk sampai ke desa yang disebabkan oleh peningkatan kehidupan misi Indonesia. Misi untuk medis dan pendidikan
Setelah tiba, rasa kegembiraan yang besar memenuhi udara ketika penduduk desa berkumpul untuk menerima perawatan medis. Kelompok medis TNI dengan cepat mengatur keadaan kesehatan sementara, berubah menjadi cahaya harapan, di mana senyum mengubah kekhawatiran dan kepedulian berubah keputusasaan.
Para prajurit tidak hanya menerima perawatan – mereka berpendidikan dan berwenang. Dengan kehangatan dan kesabaran, mereka mengajar keluarga tentang pencegahan luar biasa, pentingnya air bersih dan gaya hidup sehat. Menggunakan penjelasan yang sederhana, mudah -untuk -memahami, mereka menanam benih hati yang teliti di benak generasi mendatang.
“Kami sangat berterima kasih atas TNI atas bantuan kami semua. Sejauh ini, akses ke perawatan medis sangat sulit,” kata ibunya Naomi, populasi desa setempat, mata dengan emosi. Lebih dari obat -obatan: memperkuat tautan persaudaraan
Habem Mayor Jenderal Jenderal TNI Lucky Avanto menekankan bahwa keberadaan TNI di desa itu lebih dari sekadar perawatan kesehatan – itu adalah konstruksi, persatuan dan harapan.
“Keberadaan tentara kita di komunitas yang jauh ini memberikan rasa aman, kenyamanan dan optimisme untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Mengingat suasana hati ini, Inf Karel Letnan Satu telah berulang kali mengkonfirmasi kewajiban TNI untuk mendapatkan semua akses Papua ke perawatan kesehatan yang tepat.
“Kami akan terus melayani dan melindungi. Kesehatan adalah hak mendasar, dan kami di sini untuk memastikan hak -hak itu dibuat untuk semua warga negara,” katanya dalam definisi tersebut. Pencahayaan hidup, satu desa sekaligus
Ini bukan hanya kisah perawatan medis – ini adalah sejarah harapan bahwa isolasi, daya tahan yang menghadap dan mengatasi tautan orang. Pengabdian perusahaan tentara TNI adalah bukti bahwa jenis kebaikan terkecil dapat menyebabkan perubahan signifikan.
Karena penduduk Gigobaki termasuk kesehatan dan pengetahuan baru, TNI melanjutkan misi mereka untuk memastikan bahwa tidak ada yang tersisa dalam perjalanan Papua yang sehat dan cerah.
Otentikasi: Dansatgas Media Habema, Kolonel Inf Iwan Dwi Prihartono